PERAN MAHASISWA PERIKANAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN DI SEKTOR PERIKANAN BUDIDAYA

Sektor perikanan budidaya adalah salah satu sektor dengan potensi terbesar dalam peningkatan ekonomi bangsa. kita kenal bahwa ekonomi kelautan dan perikanan bukanlah hanya sebatas perikanan tangkap saja tetapi ada 11 sektor ekonomi perikanan dan kelautan diantaranya, (1) Perikanan Tangkap, (2) Perikanan Budidaya, (3) Industri Pengolahan Hasil Perikanan, (5) Industri Bioteknologi Kelautan, (6) Parawisata Bahari, (7) Hutan Bakau, (8) Perhubungan Laut, (9) Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil, (10) Industri dan Jasa Maritim, (11) SDA non-konvensional. 

Namun, Realitasnya sektor perikanan budidaya belum terkelola dengan baik. Selaras dengan itu, bahwa potensi lahan perikanan budidaya di Indonesia masih sangatal luas, dari data yang ditunjukan oleh KKP (2021) Potensi luas lahan budidaya mencapai 17,91 juta hektar, dengan memiliki potensi pengembangan yang cukup besar, karena tingkat pemanfaatan lahan baru mencapai 5,35 %. atau dengan kalkulasi pengembangan baru mencapai 3,35 juta hektar sedangkan masih tersisa 14,56 hektar yang belum tergarap dengan baik. 

Selain potensi lahan di atas, sektor perikanan budidaya juga memiliki banyak komoditas unggulan yang memiliki daya saing yang tinggi di pasar ekspor dan mampu berperan sebagai penopang ketahan pangan nasional, contoh komoditas tersebut diantaranya : Udang Vanamei, Ikan Bandeng dan lain sebagainya. Olehnya itu dengan berbagai keunggulan komparatif yang ada sektor perikanan budidaya akan menambah ruang penciptaan lapangan kerja yang luas dan menumbuhkan wirausahawan yang baru karena sesuai dengan karakteristik kerakyatan, mudah di aplikasikan serta mudah mendaptkan hasil.
 
Melihat hal tersebut, maka perlu upaya-upaya kreatif yang di lakukan demi menunjang segala potensi yang dimiliki, diantaranya sistem jaminan mutu produk yang diterapkan mulai dari pembenihan sampai dengan pemasaran atau program yang terhilirisasi mulai dari dari Kebijakan, standar sertifikasi, registrasi, monitoring residu dan penyakit ikan. Olehnya itu maka perlu penguatan Digitalisasi usaha akuakultur dengan memanfaatkan teknologi 4.0 melalui automatisasi produksi dan digitalisasi tata niaga, sehingga rantai pasok semakin efesien dan meningkatkan keuangan bagi para pembudidaya. 

Harus diakui juga bahwa, selain potensi dan langkah kreatif di muka masih banyak tantangan sektor perikanan budidaya yang harus diselesaikan, mulai dari pengelolaan perbenihan, pengelolaan kawasan dan kesehatan ikan, pengelolaan produksi dan usaha, aspek lintas sektor sampai dengan adanya pandemi covid-19 ini. Jika kita uraikan tantangan tersebut, maka akan menemukan hal-hal substansial disetiap tantangan yang ada. Dimulai dai pengelolaan perbenihan bahwa masih banyak hal yang di lakukan, dimana dalam point ini masih banyak kekurangan diantaranya : (1) Belum optimalnya logistik perbenihan, (2) Belum optimalnya penerapan teknologi pembenihan, (3) Unit pembenihan belum menyiapkan benih bermutu secara memadai.  Kemudian, misalnya pada pengelolaan kawasan dan kesehatan ikan, masih banyak kekurangan dilapang yang harus diperbaiki, misalnya :

(1) Konflik kepentingan pemanfaatan tata ruang lahan dan air, (2) Belum optimalnya sentra kawasan perikanan budidaya yang terintegrasi hulu sampai dengan hilir dan, (3) Belum optimalnya pengelolaan kesehatan ikan. Ditambah lagi dengan pandemi covid-19 yang menyebabkan terganggunya aktivitas manusia sehingga berdampak pada ekonomi serta terhambatnya distribusi sarana dan prasarana yang berimplikasi pada mandeknya rantai pasok industri akuakulture baik lokal, nasional maupun internasonal.   

Menelisik hal-hal tersebut, maka mahasiswa sebagai mitra ide dari negara perlu hadir dengan gagasan terbaiknya, misalnya mahasiswa perikanan yang harus ikut berkontribusi sesuai dengan peran yang dimiliki, olehnya itu untuk mendukung pembangunan disektor perikanan budidaya maka mahasiwa perlu melakukan beberapa terebosan diantaranya : (1) Perlu meningkatkan kajin teknis perikana budidaya, (2) mahasiswa sebagai akademisi perlu mengawal dan memberikan input kebijkan yang positif, (3) Mahasiswa harus memiliki ide-ide bisnis demi pengembangan sektor perikanan budidaya, (4) Serta, keterlibatan mahasiswa dalam digitalisasi untuk efesiensi rantau nilai dan efesiensi sistem. 


Penulis : Jan Tuheteru (Mahasiswa Jurusan Perikanan UMM) 


Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama