PERAN MAHASISWA PERIKANAN DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI WILAYAH-WILAYAH PESISIR

Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan total panjang garis pantai adalah 99.093 kilometer. Potensi SDA yang terkandung didalamnya sungguh luar biasa, tapi Kurangnya eksplorasi akan SDA yang ada mengakibtakan ketimpangan sosial maupun kemiskinan di ranah  masyarakat, terkhusnya yang hidup di daerah pesisir. Masyarakat yang hidup di daerah pesisir masih kesulitan mengatasi kebutuhan hidup sehari-hari bak sebuah sistem yang terus berkutat dengan perangkap hutang yang sepertinya tidak akan pernah ada habis-habisnya.


Akar kemiskinan dapat dikategorikan menjadi 2 bagian, yakni secara alamiah dan buatan. Secara alamiah yaitu tingkat perkembangan  pengetahuan teknologi yang sangat rendah. Artinya factor-faktor yang menyebabkan sesuatu masyarakat tersebut miskin adalah secara alamiah disebabkan karena kemampuan  individu atau kelompok nelayan tidak memiliki pemahaman yang utuh tentang teknologi. Kedua secara buatan yakni terjadi karena struktural sosial yang ada membuat anggota atau kelompok masyarakat tidak menguasai sarana ekonomi atau fasilitas-fasilatas tertentu secara merata. 


Kemiskinan di ranah masyarakat pesisir (nelayan) bagaikan sebuah momok yang sangat menakutkan, sehingga tidak ada jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal ini pula yang menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke 9 sebagai Negara termiskin (menurut world bank)Penyebab terjadinya kemiskinan nelayan di karenakan kurangnya modal dan fasilatas yang tidak memadai. Menurut Kusnandi (2003:19) membedakan factor penyebebab kemiskinan nelayan dalam  dua kelompok. Pertama, kemiskinan nelayan bersifat internal, mencangkup: (1) keterbatasan kualitas sumber daya manusia nelayan; (2) keterbatasan kemampuan modal usaha dan teknologi. Kedua kemiskinan bersifat eksternal, mencangkup : (1) kebijakan pembangunan perikanan yang berorientasi pada produktifitas untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional dan parsial. (Sumber Buku Anatomi Kemiskinan).


Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) membuktikan bahwa, garis kemiskinan Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selama kurung waktu maret  – September 2017, kemiskinan di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan hingga mencapai 361 496 dibulan maret, angka ini kembali mengalami kenaikan yang sangat tinggi yakni mencapai 370 910 di bulan septemeber 2017. Dari data yang didapatkan, angka penduduk miskin untuk wilayah pesisir mencapi 32, 14 persen.


Demi memperbaiki dan mengatasi kemiskinan di wilayah-wilayah pesisir, maka ada beberapa starategi yang di tawarkan. Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan langkah preventif, dimana mahasiswa perikanan akan menjadi lokomotor (penggerak) dalam membantu pemerintah untuk mensosialisasikan setiap kegiatan yang berhubungan atau relevan dengan para nelayan. Mulai dari sosialisasi kebijakan-kebijakan, penggunaan alat-alat tangkap sampai dengan cara penanganan produk (bahan baku) dan lain-lain.


Starategi mengatasi/mengurangi

kemiskinan di wilayah-wilayah pesisir

Starategi

Tujuan

Program

Mahasiswa perikanan sebagai penggerak dan pembantu kegiatan perikanan

Agar mahasiwa         perikanan dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan para nelayan.

       - Bantuan modal usaha dari pemerintah untuk para nelayan.

        -   Pelatihan mengenai dunia perikanan (pra produksi sampai Pasca produksi)

        -    Bantuan teknolgi dari hasil karya anak bangsa.

        -     Pengadaan usaha sampingan


Upaya-upaya yang dilakukan oleh mahasiswa perikanan hanyalah beberapa solusi dari sekian banyak solusi yang sudah di tawarkan, semua yang dibuat hanya semata-mata untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di wilayah-wilayah pesisir indonesia. Bukan hanya tugas pemerintah, melainkan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bagi semua elemen yang ada.




 


Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama