Berbicara mengenai mahasiswa, maka tidak akan terlepas dengan yang namanya para kaum intelektual. Gaun ini yang meleket pada diri mahasiswa, sehingga mahasiswa identik dengan yang namanya agen of change, agen of social control dan masih banyak lagi sebutan bagi para mahasiswa. Hakikatnya seorang mahasiwa harus memiliki pengetahuan yang lebih guna menunjang perubahan peradaban, agar lebih baik.
Ketika melihat realitas kehidupan para mahasiswa sekarang (Now), maka akan menimbulkan interpretasi yang berbeda dari berbagai responden. Hal ini sangatlah selaras dengan kenyataan yang ada. Anomali maupun fluktuasi pemikiran mahasiswa zaman now (sekarang), menjadikan salah satu factor utama dalam menentukan karakter yang akan di pegang oleh mahasiswa tersebut.
Keambiguan dan kebingunan dari mahasiswa dalam menentukan arah gerak mereka, menjadi hal krusial untuk menentukan apakah benar-benar dia adalah seorang mahasiswa atau hanya seseorang yang memikul gelar mahasiswa dan hanya di jadikan sebagai pesan seromial belaka.
Maka dari itu dibutukan, paradigma berpikir yang komperhensif guna menjadi pegangan dalam menentukan sikap dan karakter seseorang mahasiswa. Demi menghasilkan pemikiran-pemikiran yang paripurna, dibutukan proses yang panjang dan berliku agar menjadikan mahasiswa tersebut memiliki mental baja atau kuat.
Mengutip apa yang disampaikan oleh kakanda Anies Baswedan bahwa anak muda memang minim pengalaman, karnanya ia taj tawarkan masa lalu, anak muda akan tawarkan masa depan. Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. (kutipan sang Proklamtor, Bung karno).
Namun realitas ini harus kembali ditilik secara kritis, apakah mahasiswa zaman sekarang (now), masih bisa memikul tanggung jawab itu ?. semua kembali kepada diri kita masing-masing sebagai para mahasiswa zaman now (sekarang). Geliat yang terus menjalar dalam benak orang-orang mengenai pemuda, apakah pemuda hanya bisa beretorika tanpa ada pelaksanaan yang nyata ?
Menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua dalam menentukan sikap yang sesuai dengan hakikat mahasiswa. Kembalikan marwah mahasiswa. Hilangkan sifat hedonis, materialistis dan hal lain yang tidak bermanfaat. Agar menjadikan kita sebagai mahasiswa zaman now yang lebih progressif dan produktif.