Singkat, Menyorot langkah panjang Perjuangan A.M Sangadji Menuju Kemerdekaan Indonesia

Banyak yang mungkin tidak tahu mengenai A. M Sangadji. Publik akan lebih familiar dengan nama-nama seperti H. Agus Salim dan H.O.S Tjokroamito. Kedua tokoh dimuka dalam kiprah pejuangannya melawan kolonialisme dan imperialisme di kala itu, menjadikan meraka di nobatkan sebagai pahlawan. Tapi tahukakah anda mengenai A.M Sangadji ? oh, iya mungkin hanya beberapa atau segelintir orang saja yang tahu tentang sosok figur satu ini. Sejarah panjang bangsa Indonesia akan selalu di kaitkan dengan perjuangan para pahlawannya, sebab bangsa yang besar akan selalu mengingat jasa Para pahlawannya”. Dalam bahasanya soekarno JASMERAH (jangan Sekali-kali meninggalkan  Sejarah).


A.M Sangadji lahir di Desa Rohomoni, Kecamatan Pulau haruku Kabupaten Maluku tengah, pada tanggal 03 juni 1989. Lahir sebagai anak bangsawan menjadikan sosok A.M Sangadji di segani di daerahnya maupun oleh kaum penjajah di saat itu. Dengan status bangsawan ini pula, memudahkan A.M Sangadji dalam mengenyam pendidikan. Fakta sejarah menunjukan bahwa, untuk menempuh atau merasakan pendidikan di kala itu, maka masyarakat Indonesia harus berdarah bangsawan ataupun yang bekerjasama dengan pihak belanda.


HIS ( Hollandsche Inslandche School) merupakan sekolah setara tingkat SD yang di buat oleh pemerintah belanda di saparua. Di HIS inilah A.M sangadji pertama kali merasakan atsmosfer pendidikan. Di bawah naungan pemerintah belanda, HIS menjadi alat propaganda tesendiri untuk membodohi rakyat pribumi. hal ini menjadikan A.M Sangadji merasa bahwa kaum pribumi harus bangkit dan merasakan kemerdekaan secara lahir dan bathin. Menjadi satu realitas empiris akan perbudakan yang dilakukan oleh kaum Kolonial di kala itu.


Setalah dari HIS, A.M Tjokroaminoto menyelesaikan study nya di sekolah Buurchor School di Ambon.  Namun, ada sesuatu yang menarik selama masa sekolah A.M Sangadji.  A.M Sangadji muda selalu membuat gaduh dengan anak-anak pemerintah belanda. Bukan tanpa alasan, perlakuan yang sering di lakukan terhadap anak-anak pemerintah belanda dengan anak-anak pribumi menunjukan disparitas yang sangat mencolok. Anak-anak pemerintah belanda selalu di prioritaskan dibandingkan dengan anak-anak pribumi. hal ini yang menjadi biang masalah utama, sehingga A.M Sangadji muda merasa bahwa perlawanan itu harus di lakukan mulai dari dini.


Perjalanan A.M Sangadji bersama kaum-kaum Pergerakan

Perjalanan itu di mulai, ketika A.M Sangadji berangkat ke Surabaya untuk bergabung dengan kaum-kaum pergerakan nasional seperti, H. Agus Salim dan H.O.S Tjokroamito. Tergabung dalam salah parta besar seperti PSII menjadi stimulus kebangkitan semangat anak muda asli Maluku yang sudah lama memimpikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan kepiyawaiannya dalam berorasi menempatkan beliau (A.M Sangadji) di percaya sebagai propogandis ke daerah-daerah jajahan berupa, kalimantan timur dan sulawesi. Kehadiran A.M Sangadji sebagai langkah mempropagandakan PSII sebagai partai politik yang membawa nama agama. Harus di maknai secara seksama bahwa, perjuangan yang dilakukan dalam melawan penjajah di saat itu PSII secara gamblang menyatakan bahwa perjuangan ini bukan berdasarkan kepentingan satu agama melainkan kepentingan bersama, sebab dengan latar belakang yang sama yakni di jajah oleh bangsa kolonial. Maka perlu kiranya bangsa Indonesia merdeka di tanah air sendiri.


Sosok A.M sangadji yang berkarisma selalu menjadi sinar tersendiri bagi kaum-kaum pergerakan lain. Bapak proklamator Indonesia Ir Soekarno menjadi saksi akan hal tersebut. Dalam kutipannya beliau sampaikan bahwa “Saya mengenal tokoh-tokoh Muslim bangsa kita ini khususnya PSII, mereka adalah guru politik saya di zaman pergerakan dahulu antara lain H H.O.S Tjokroamito dan A.M Sangadji. Saya mengakui kedua tokoh ini adalah guru saya”. Sehingga tidak bisa dinafikan akan kegagahan sosok A.M sangadji.


Bergabung dengan PSII di Surabaya bukan berarti A.M Sangadji tidak respect terhadap tanah kelahirannya sendiri. A.Y Patty, J. leimana dan lain-lain adalah segelintir pejuang kemerdekaan yang berasal dari Maluku. Sosok-sosok di muka pernah merasakan sentuhan keahlian dari sosok A.M Sangadji. Tergabung dalam organisasi kedaerahan yang sama sehingga memiliki pandangan yan relevan untuk melepaskan belenggu-belenggu perbudakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial.


Wafat di Yogyakrta tahun 1946 menjadi perjalanan heroik yang dilakuan oleh sosok Revolusioner tersebut dalam membantu mewujudkan bangsa yang merdeka di tanah air sendiri. Singkat, Langkah perjuangan A.M sangadji dalam memperjuangkan bangsa Indonesia perlu di ilhami oleh masyakarakat Indonesia terkhususnya masyarakat Maluku dan genarasi muda Rohomoni. Namun, Harus di ingat bahwa perjuangan hari ini bukan lah perjuangan melawan kaum penjajah melainkan melawan diri sendiri.  


Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama